APLIKASI ORGANIK M-8 PADA TANAMAN KENTANG

A.  PERSIAPAN LAHAN
  1. Lakukan pembajakan pada lahan yang akan ditanami
  2.  Bentuk bedengan sesuai dengan yang diinginkan
  3. Berikan kompos aktif  dengan dosis 0,5 – 1 kg per lubang tanam atau
  4. 15 – 20 ton/ha. aduk dengan tanah, dapat dilakukan 1 minggu sebelum  tanam.
  5. Apabila tidak menggunakan kompos aktif, gunakan pupuk kandang kemudian  disemprot dengan Decomposer M-8  sebanyak 2 – 4 liter/ha.sebaiknya di lakukan 1 minggu sebelum penanaman .
B.   PEMBIBITAN

  1. Pilihlah bibit yang baik dan sehat
  2. Bila melakukan pemotongan umbi sebaiknya dicelupkan dalam air bersih  selama 5 – 10 menit agar bibit terbebas dari hama dan penyakit.
C.  PENANAMAN
  1. Tanam umbi kentang dengan cara mendatar dengan tunas menghadap ke atas, kedalaman bibit 8 – 10 cm.
  2. Penyulaman dapat dilakukan setelah tanaman umur 2 minggu.
D. PEMELIHARAAN
  1. Pemberian Pupuk Cair Organik (POC) M-8   dapat dilakukan mulai umur 2 minggusetelah tanam, dengan interval penyemprotan 1-2 minggu.
  2. Penyiangan dapat dilakukan setelah gulma mulai banyak.
  3. Pembumbunan dapat dilakukan setelah umbi sudah nampak kepermukaan, tutupi umbi dengan tanah tipis. Pembumbunan dapat dilakukan minimal 2 kali dalam satu periode tanam.
  4. Penggunaan Penghalau Hama Organik dapat diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan.
E. PENGAMATAN
  1. Daun kentang yang menggunakan  warnanya hijau muda dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia penuh warnanya hijau tua.
  2. Produksi kentang dapat meningkat 10 – 30% dengan biaya produksi lebih rendah dari biasanya.